ARTIKEL BELAJAR SEO : Chikebums - Jual beli barang melalui situs internet dan melakukan pembayaran dengan transfer bank, merupakan iklim yang tengah berkembang di Indonesia beberapa tahun belakangan. Salah satu pelopor yang menemukan transaksi jual beli secara online adalah KASKUS.

Ada yang mau lihat lihat koleksi atau membeli KAOS DAKWAH atau KAOS DISTRO bisa di lihat stok nya di GHIRAH

KASKUS diciptakan oleh Andrew Darwis saat mengerjakan tugas kuliahnya di Seattle, AmerikaSerikat, November tahun 1999. Awalnya, situs KASKUS bertujuan sebagai wadah berkumpulnya orang Indonesia yang menjadi mahasiswa atau bekerja di Amerika (lalu meluas ke seluruh negara) untuk saling bertukar informasi.


Seiring berjalannya waktu, anggota KASKUS yang biasanya hanya berbagi informasi, mulai menjual barang-barang yang mereka miliki. Upaya ini awalnya dilakukan mahasiswa yang hendak pulang ke Tanah Air, yang menjual barang-barang peninggalan kost seperti PC, sound system, TV, dan lainnya sehingga secara tidak sengaja tercipta Forum JualBeli, selain Forum Komunitas.

Tahun 2008, melihat ada potensi bisnis yang ada di KASKUS, saudara Andrew bernama Ken Dean Lawadinata mengajaknya pulang ke Indonesia untuk membangun KASKUS menjadi sebuah bisnis. Ken menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) dan Andrew sebagaiChief Technology Officer (CTO).

KASKUS makin berkembang. Membernya tidak lagi hanya mahasiswa atau orang Indonesia yang berada di luar negeri, tetapi sudah umum atau semua orang.

Awal 2011, KASKUS mengumumkan ekspansi bisnis dengan menjalin hubungan kerja sama dengan Global Digital Prima yang merupakan anak perusahaan dari Group Djarum. Andrew dipercaya menjadi Chief Community Officer (CCO).

Menurut VP Product Management Kaskus Ardyanto Alam, Kaskus bukanlah e-commerce ataupun situs berita, tetapi merupakan gabungan dari keduanya. KASKUS adalah social commerce platform. KASKUS merupakan komunitas terbesar di Indonesia yang menyatukan masyarakat Indonesia.

Seiring berkembangnya waktu, lanjut Ardyanto, jumlah pengguna KASKUS yang disebut sebagai KASKUSER semakin bertambah. Hingga saat ini, anggota KASKUS mencapai 8,5 juta orang.

"Di KASKUS, pada jual belinya kita lebih ke Customer to Customer (C to C), bukan Business to Customer (B to C). Kalau di KASKUS, kita bisa saling berinteraksi," ujar Ardyanto saat ditemui di Kantor KASKUS, Jakarta Selatan, Senin, 28 Maret 2016.

Awalnya, Forum Jual Beli melakukan transaksi jual beli dengan cara pembeli bertemu dengan penjual dan bayar langsung (COD) atau transfer langsung ke si penjual. Lama kelamaan, terbentuklah REKBER (rekening bersama) yang diprakarsai oleh sesama KASKUSER. Namun, masih banyak Kaskuser merasa masih tidak nyaman dalam melakukan pembayaran.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, KASKUS pun mengeluarkan terobosan sistem baru bernama BranKas (Brankas KASKUS).

"Brankas KASKUS sudah dikeluarkan sejak tahun lalu, tepatnya pada ulang tahun KASKUS, 6 November 2015," ungkap pria yang kerap disapa Ardy ini.

BranKas merupakan fasilitas yang dimiliki KASKUS untuk menjembatani proses pembayaran antara penjual dan pembeli yang bertransaksi di KASKUS. Ketika pembeli memesan barang dari penjual sesuai dengan harga yang disepakati, pembeli akan mentransfer uangnya ke BranKas. Kaskuser dapat melakukan transaksi melalui KlikBCA, Bank transfer, dan melalui Indomaret.

Setelah barang sudah diterima, pembeli harus mengkonfirmasi kepada KASKUS. Selanjutnya, KASKUS akan meneruskan dana ke saldo brankas penjual.

"Kalau barangnya sudah diterima (pembeli), akan dirilis ke rekening penjual. Nanti uangnya bisa disimpan di BranKas atau di-redeem," jelasnya.

Dan yang terbaru dari KASKUS dan BCA, demi meningkatkan kenyamanan bertransaksi menggunakan Brankas KASKUS, saat ini KASKUS bekerja sama dengan BCA untuk pembayaran dengan Sakuku.

Sakuku adalah dompet elektronik yang dapat digunakan untuk bertransaksi melalui aplikasi smartphone, inovasi terbaru dari BCA, dan merupakan salah satu metode pembayaran terbaru dari fitur saldo Brankas.

Ketika pembeli hendak membeli suatu barang melalui KASKUS, akan muncul pilihan pembayaran Sakuku. Pembeli tinggal pilih Sakuku, kemudian akan muncul QR Code untuk di-scan. Masukkan PIN dan uang dari Sakuku akan ditransfer ke saldo brankas KASKUS milik penjual.

Kerja sama KASKUS dengan Sakuku diharapkan dapat membuat KASKUSER semakin nyaman dalam bertransaksi.
Axact

KAOS DAKWAH

KAOS DAKWAH adalah blog membahas tentang cara pembuatan Kaos Dakwah sampai bagaimana cara menjual Kaos Dakwah Online maupun offline, Silakan cari artikel di GHIRAH.COM..Terima Kasih telah berkunjung di blog sederhana ini, Jika antum PRODUSEN KAOS DAKWAH ATAU DISTRO MAU KERJASAMA SILAKAN KONTAK NO TLP YANG ADA DI WEB GHIRAH.COM

Post A Comment:

0 comments: